GIANYAR | Infolpdbali.com — Ada perjalanan yang tidak diukur dari seberapa jauh langkah kaki melangkah, melainkan dari seberapa dalam kepedulian menyentuh hati. Pada Minggu, 25 Oktober 2026, Redaksi Newsyess.com bersama Monarch Gianyar Bali kembali menapaki jalan kemanusiaan, menyambangi anak-anak yatim piatu di Banjar Bayad, Desa Kedisan, Kecamatan Tegallalang, Kabupaten Gianyar.
Di tempat yang menyimpan kisah perjuangan dan harapan itu, paket sembako yang dibagikan bukan sekadar bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Lebih dari itu, ada pesan kasih yang ingin disampaikan: bahwa di tengah keterbatasan, mereka tidak berjalan sendirian. Masih ada tangan-tangan yang terulur, hati yang peduli, dan saudara-saudara yang bersedia hadir untuk menguatkan.
Kali ini, perhatian Redaksi Newsyess.com bersama Monarch Gianyar Bali tertuju kepada dua anak yang tengah berjuang menata masa depan di tengah kehilangan orang-orang tercinta. Mereka adalah I Gusti Ngurah Satya Wiguna (13), siswa SMP Negeri 3 Tegallalang, serta Ni Gusti Ayu Kadek Putri Kumaladewi (10), siswi SD Negeri 2 Kedisan. Untuk makan sehari- hari dan juga bekal sekolah ada tangan hebat seorang ibu Tiri bernama Ni Made Sri atau Jro Sri yang dengan setia merawat kedua anak yatim piatu ini dari kecil meski Bukan Anak kadungnya sendiri yang melahirkanya ucap Jro Sri dengan penuh haru.
Pada usia ketika anak-anak seusia mereka seharusnya tumbuh dalam kehangatan keluarga tanpa harus terlalu cepat mengenal getirnya kehidupan, keduanya belajar memahami arti ketegaran. Ada perjalanan panjang yang masih harus mereka tempuh, ada cita-cita yang ingin diraih, serta harapan yang tetap perlu dijaga agar tidak padam oleh keadaan.
Di balik kesederhanaan kehidupan mereka, tersimpan mimpi-mimpi yang layak mendapatkan kesempatan. Sebab, kehilangan tidak seharusnya menjadi batas bagi seorang anak untuk menatap masa depan. Keterbatasan pun tidak semestinya menjadi tembok yang menghalangi langkah mereka menuju kehidupan yang lebih baik.
Bukan Sekadar Sembako, tetapi Juga Pelukan Kepedulian
Kehadiran Redaksi Newsyess.com bersama Monarch Gianyar Bali menjadi bagian dari upaya menumbuhkan semangat berbagi, terutama bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian dan dukungan dari lingkungan sekitarnya.
Paket sembako yang diserahkan mungkin terlihat sederhana. Namun, di balik setiap bantuan, ada ketulusan yang ingin dititipkan. Ada harapan agar kebutuhan sehari-hari sedikit terbantu, ada doa agar mereka senantiasa diberi kekuatan, dan ada pesan bahwa masa depan mereka tetap berharga di mata sesama.
Bagi Redaksi Newsyess.com, berbagi bukan semata-mata tentang menyerahkan sesuatu yang dimiliki. Berbagi adalah kesediaan untuk hadir, memahami, dan ikut merasakan perjuangan orang lain. Terlebih ketika kepedulian itu diarahkan kepada anak-anak yang membutuhkan ruang untuk tumbuh, belajar, dan merajut kembali harapan mereka.
Langkah menuju Banjar Bayad menjadi pengingat bahwa kebaikan tidak harus menunggu dalam jumlah besar. Terkadang, sesuatu yang sederhana dapat menghadirkan arti mendalam bagi mereka yang sedang berjuang melewati hari-hari yang tidak mudah.
Ngakan Yess: Jangan Biarkan Anak-Anak Kehilangan Harapan
Pimpinan Redaksi Newsyess.com, Ngakan Putu Suardika yang akrab disapa Ngakan Yess, menyampaikan bahwa kegiatan berbagi tersebut bukan sekadar menyerahkan bantuan sembako, melainkan bentuk kepedulian dan komitmen untuk terus hadir di tengah anak-anak yang membutuhkan perhatian serta dukungan.
“Bagi kami, berbagi bukan tentang seberapa besar nilai yang kita berikan, tetapi tentang seberapa tulus kita menghadirkan kepedulian. Hari ini, kami bersama Monarch Gianyar Bali datang membawa paket sembako. Namun, lebih dari itu, kami ingin membawa pesan bahwa adik-adik kita di Banjar Bayad tidak berjalan sendirian. Masih ada banyak orang yang peduli, yang ingin melihat mereka tumbuh, bersekolah, dan meraih cita-citanya,” ujar Ngakan Yess.
Menurutnya, kehilangan orang-orang tercinta bukanlah hal mudah, terlebih bagi anak-anak yang masih berada dalam masa pertumbuhan. Karena itu, mereka membutuhkan lebih dari sekadar bantuan materi, yakni perhatian, kasih sayang, pendampingan, serta keyakinan bahwa masa depan mereka tetap memiliki harapan.
“Kami ingin anak-anak ini tetap berani bermimpi. Jangan pernah merasa bahwa keterbatasan hari ini akan menentukan seluruh masa depan kalian. Teruslah belajar, rajin bersekolah, jaga semangat, dan percaya bahwa setiap usaha baik yang dilakukan hari ini akan menjadi bekal untuk kehidupan yang lebih baik esok hari,” pesannya penuh harapan.
Ngakan Yess menegaskan, setiap anak memiliki perjalanan hidup yang berbeda. Ada yang tumbuh dalam kehangatan keluarga yang lengkap, tetapi ada pula yang harus belajar menjadi kuat ketika kehilangan datang terlalu dini. Dalam keadaan seperti itu, kehadiran orang-orang yang peduli diharapkan dapat menjadi penguat agar anak-anak tetap memiliki semangat untuk melanjutkan pendidikan dan mengejar cita-cita.
“Harapan kami sederhana, jangan sampai ada anak yang merasa sendirian menghadapi kehidupan. Mungkin bantuan yang kami berikan hari ini belum mampu menjawab seluruh kebutuhan mereka, tetapi semoga dapat meringankan beban keluarga sekaligus menumbuhkan semangat baru bagi anak-anak untuk terus melangkah,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Monarch Gianyar Bali yang telah mengambil bagian dalam gerakan kemanusiaan tersebut.
Menurut Ngakan Yess, kepedulian akan menjadi kekuatan besar ketika semakin banyak pihak bersedia bergandengan tangan membantu sesama. Ia berharap kegiatan ini dapat menginspirasi individu, komunitas, dan pelaku usaha lainnya untuk turut memperhatikan anak-anak yatim piatu serta keluarga yang membutuhkan.
“Terima kasih kepada Monarch Gianyar Bali yang telah ikut berbagi dan menjadi bagian dari perjalanan kemanusiaan ini. Semoga kebaikan yang diberikan tidak hanya membawa manfaat bagi anak-anak yang menerima, tetapi juga menggerakkan lebih banyak hati untuk peduli. Sebab, ketika kita berbagi, sesungguhnya kita sedang membangun harapan bersama,” tuturnya.
Anak Asuh ke-53, Menjaga Mimpi Tetap Menyala
Kegiatan berbagi ini menjadi bagian dari perjalanan kepedulian Redaksi Newsyess.com dalam mendampingi anak-anak yatim piatu dan keluarga kurang mampu. Program tersebut terus bertumbuh dengan semangat bahwa setiap anak berhak memperoleh perhatian dan kesempatan untuk menatap hari esok dengan lebih optimistis.
Dalam program ini, Redaksi Newsyess.com juga menghubungkan kepedulian sosial dengan pendidikan melalui kepemilikan Tabungan SIMPEL di BPR Tri Darma Putri Klungkung.
Tabungan SIMPEL atau Simpanan Pelajar menjadi salah satu ikhtiar untuk menanamkan kebiasaan menabung sekaligus membangun kesadaran akan pentingnya mempersiapkan masa depan sejak dini.
Bagi anak-anak, tabungan bukan hanya tentang sejumlah uang yang tersimpan. Di dalamnya terdapat pelajaran mengenai kesabaran, kedisiplinan, dan keyakinan bahwa masa depan dapat dipersiapkan sedikit demi sedikit. Setiap rupiah yang disisihkan menjadi simbol langkah kecil menuju cita-cita yang lebih besar.
Kehadiran anak asuh ke-53 dalam perjalanan program ini menjadi penanda bahwa kepedulian terus bergerak. Dari satu anak ke anak lainnya, dari satu rumah ke rumah berikutnya, semangat berbagi berusaha menjangkau mereka yang membutuhkan uluran tangan.
Ngakan Yess menegaskan bahwa program anak asuh Redaksi Newsyess.com diharapkan tidak berhenti pada penyerahan bantuan sesaat, tetapi menjadi bagian dari ikhtiar berkelanjutan untuk menumbuhkan perhatian terhadap pendidikan dan masa depan anak-anak.
“Bagi kami, setiap anak adalah titipan kehidupan yang memiliki hak untuk tumbuh, belajar, dan meraih masa depan yang lebih baik. Kami ingin terus berjalan bersama mereka, sesuai kemampuan yang ada. Semoga setiap langkah kecil ini menjadi benih kebaikan yang kelak tumbuh menjadi pohon harapan,” tutupnya.
Karena Setiap Anak Berhak Memiliki Masa Depan
Banjar Bayad menjadi saksi sebuah perjumpaan sederhana yang menyimpan makna besar. Tidak ada yang dapat menghapus kehilangan yang telah mereka alami. Namun, kepedulian dapat menjadi penguat agar mereka tetap memiliki keberanian untuk melangkah.
I Gusti Ngurah Satya Wiguna dan Ni Gusti Ayu Kadek Putri Kumaladewi masih memiliki perjalanan panjang di hadapan mereka. Bangku sekolah, buku-buku pelajaran, persahabatan, dan cita-cita adalah bagian dari masa depan yang patut terus mereka perjuangkan.
Semoga bantuan yang diberikan menjadi setitik cahaya dalam perjalanan keduanya. Semoga setiap langkah menuju sekolah dipenuhi semangat, setiap pelajaran membuka jendela pengetahuan, dan setiap mimpi menemukan jalannya untuk tumbuh menjadi kenyataan.
Sebab, kepedulian sejati tidak berhenti ketika sebuah paket sembako berpindah tangan. Ia hidup dalam doa yang dipanjatkan, perhatian yang terus dijaga, dan komitmen untuk tidak membiarkan anak-anak kehilangan harapan hanya karena kehidupan telah lebih dahulu menguji mereka.
Dari Banjar Bayad, sebuah pesan kembali ditegaskan: di tengah dunia yang terus bergerak, selalu ada ruang bagi kasih sayang untuk tumbuh. Ketika kepedulian berjalan bersama, jalan kecil menuju sebuah rumah pun dapat menjadi jalan panjang menuju harapan.
Redaksi Newsyess.com bersama Monarch Gianyar Bali percaya, setiap anak memiliki hak untuk bermimpi, kesempatan untuk belajar, dan masa depan yang layak diperjuangkan. (Tim Newsyess)