BADUNG | Infolpdbali.com – Komitmen memperluas akses layanan keuangan kepada masyarakat terus dilakukan melalui kegiatan inklusi keuangan. Salah satunya diwujudkan oleh BPR Cahaya Arthabali melalui kegiatan inklusi keuangan yang berlangsung di Pasar Beringkit, Mengwi, Kabupaten Badung, pada Rabu (21/10/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mendekatkan layanan perbankan kepada masyarakat, khususnya para pedagang pasar dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), yang memiliki peran penting dalam menggerakkan roda perekonomian daerah.
Pasar tradisional bukan sekadar tempat bertemunya penjual dan pembeli. Di balik aktivitas perdagangan sejak pagi hari, terdapat denyut ekonomi masyarakat yang terus bergerak. Karena itu, pemahaman mengenai pengelolaan keuangan serta kemudahan mengakses layanan perbankan menjadi hal penting untuk mendukung keberlangsungan usaha para pedagang.
Melalui kegiatan tersebut, BPR Cahaya Arthabali berupaya memperkenalkan pentingnya inklusi keuangan agar masyarakat semakin mengenal manfaat layanan perbankan dan mampu memanfaatkannya sesuai kebutuhan.
Direktur Utama BPR Cahaya Arthabali, Ni Made Susiyani, A.Md.Ak., menegaskan bahwa inklusi keuangan memiliki peran strategis dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan formal.
Menurutnya, akses terhadap layanan perbankan yang mudah dijangkau dapat membantu masyarakat mengelola keuangan secara lebih terencana, membangun kebiasaan menabung, serta mendukung pengembangan usaha yang dijalankan.
“Inklusi keuangan bukan hanya tentang memperkenalkan produk dan layanan perbankan, tetapi juga bagaimana masyarakat semakin memahami manfaat pengelolaan keuangan yang baik. Kami ingin layanan perbankan semakin dekat dengan masyarakat, termasuk para pedagang pasar dan pelaku UMKM, sehingga mereka dapat memanfaatkan layanan keuangan secara bijak sesuai kebutuhan,” ungkapnya.
Ia juga menekankan bahwa literasi dan inklusi keuangan perlu berjalan beriringan. Masyarakat tidak hanya perlu mengetahui keberadaan layanan keuangan, tetapi juga memahami manfaat, risiko, serta cara menggunakannya secara tepat.
Dengan pemahaman yang semakin baik, masyarakat diharapkan mampu mengambil keputusan keuangan secara lebih bijaksana, mengelola hasil usaha, dan merencanakan kebutuhan ekonomi keluarga maupun pengembangan bisnis.
Bagi pelaku UMKM, pemahaman tersebut menjadi modal penting untuk menjaga keberlangsungan usaha. Pengelolaan keuangan yang tertib dapat membantu memisahkan kebutuhan rumah tangga dan modal usaha, mengatur arus kas, serta mempersiapkan rencana pengembangan bisnis ke depan.
Kehadiran BPR Cahaya Arthabali dalam kegiatan inklusi keuangan di Pasar Beringkit juga mencerminkan pentingnya peran lembaga jasa keuangan dalam menjangkau masyarakat hingga ke pusat-pusat aktivitas ekonomi lokal.
Ke depan, upaya memperluas inklusi keuangan diharapkan semakin membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengenal layanan perbankan formal, meningkatkan kemampuan mengelola keuangan, dan memperkuat fondasi ekonomi keluarga serta UMKM.
Sebab, ketika masyarakat semakin memahami keuangan dan memiliki akses terhadap layanan perbankan, peluang untuk tumbuh dan berkembang pun semakin terbuka.
BPR Cahaya Arthabali berharap kegiatan seperti ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat hubungan antara lembaga perbankan dengan pelaku ekonomi di daerah.
Inklusi keuangan bukan sekadar membuka akses ke perbankan, melainkan membuka jalan bagi masyarakat untuk mengelola masa depan ekonomi dengan lebih baik. (Tim Newsyess)