GIANYAR | Infolpdbali.com — Peluncuran infolpdbali.com, kanal digital yang secara khusus menyajikan informasi seputar Lembaga Perkreditan Desa (LPD) dan lembaga keuangan di Bali, mendapat apresiasi dari berbagai kalangan LPD.
Salah satunya datang dari Pemucuk LPD Desa Adat Semana, I Made Langgeng, yang menilai kehadiran infolpdbali.com dapat menjadi media penting untuk mengangkat kembali citra LPD sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai keberadaan dan peran LPD di Bali.
Menurut I Made Langgeng, media yang secara khusus memberikan ruang bagi LPD sangat dibutuhkan di tengah berbagai persoalan yang muncul dalam pengelolaan sejumlah LPD.
“Bagus. Ini bisa membantu membangkitkan nama baik LPD, mengembalikan nama LPD seperti yang dulu,” ujarnya.
Ia menegaskan, persoalan yang terjadi di sejumlah LPD pada dasarnya tidak dapat serta-merta digeneralisasi terhadap seluruh LPD. Menurutnya, kondisi sebuah LPD sangat bergantung pada kualitas tata kelola, integritas pengelola serta proses pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan.
Karena itu, ia berharap kehadiran infolpdbali.com tidak hanya menjadi media yang menampilkan sisi positif LPD, tetapi juga berani mengangkat berbagai persoalan yang terjadi di lapangan secara proporsional.
“Tidak perlu hanya yang baik-baik saja ditampilkan. Yang tidak baik juga perlu ditampilkan. Masalahnya di mana, itu harus diketahui, supaya keseimbangannya ada,” tegasnya.
Media Harus Jadi Cermin LPD
I Made Langgeng memandang media idealnya menjadi semacam cermin bagi lembaga yang diberitakan. Dengan demikian, pemberitaan bukan hanya berfungsi sebagai sarana publikasi, tetapi juga menjadi bahan evaluasi bagi pengelola LPD.
Menurutnya, ketika sebuah persoalan muncul, hal tersebut harus dapat menjadi pembelajaran bersama. Sebaliknya, keberhasilan sebuah LPD juga perlu dipublikasikan agar dapat menjadi inspirasi dan contoh bagi LPD lainnya.
“Kalau ada yang baik, tampilkan yang baik sehingga berdampak. Tetapi yang kurang baik juga harus disampaikan. Dari sana bisa menjadi bahan untuk berbenah,” katanya.
Ia berharap infolpdbali.com dapat menghadirkan informasi yang berimbang mengenai LPD Bali, termasuk mengenai keberhasilan, inovasi, tantangan, hingga berbagai persoalan tata kelola yang perlu mendapatkan perhatian.
Pengelolaan LPD Harus Transparan
Lebih jauh, I Made Langgeng menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan LPD. Menurutnya, pengelola maupun pihak yang melakukan pembinaan harus memiliki keberanian untuk melihat kondisi LPD secara langsung dan tidak hanya bergantung pada laporan administratif.
Ia mencontohkan, proses pengawasan semestinya tidak berhenti pada laporan, tetapi juga melihat kondisi riil lembaga, termasuk kas, kredit dan berbagai aspek pengelolaan lainnya.
“Jangan hanya melihat laporan. Kita harus masuk, lihat langsung. Pertama kita lihat kas, kemudian kredit dan hal-hal yang memang perlu kita lihat,” ungkapnya.
Menurut dia, pengawasan yang dilakukan sejak awal dapat menjadi langkah preventif untuk menekan potensi persoalan yang lebih besar.
Ia menilai, pembinaan tidak seharusnya dilakukan setelah masalah muncul. Sebaliknya, pengelola LPD perlu mendapatkan rambu-rambu, pendampingan dan pengawasan sejak awal.
“Kalau dari awal diberikan rambu-rambu, kita bisa menekan permasalahan menjadi lebih kecil. Jangan ketika sudah ada masalah baru semua datang,” ujarnya.
Jangan Datang Saat Ada Masalah Saja
I Made Langgeng juga menyoroti pentingnya konsistensi dalam pembinaan LPD. Menurutnya, lembaga pembina maupun pihak yang memiliki kewenangan harus hadir bukan hanya ketika LPD menghadapi persoalan, tetapi juga saat LPD sedang menjalankan aktivitas dan membutuhkan pendampingan.
“Ketika ada masalah, jangan semuanya lari. Harus ada pendampingan. Kalau tidak mau mendampingi, itu justru menjadi persoalan,” katanya.
Ia bahkan menyebut bahwa ketika terdapat pihak yang tidak menjalankan tanggung jawab pembinaan secara baik, persoalannya bukan semata-mata berkaitan dengan kemampuan teknis, tetapi juga menyangkut integritas.
“Kalau seperti itu, bisa saja karena oknum. Artinya belum ada integritas yang benar,” tegasnya.
Menurutnya, kualitas sumber daya manusia memang penting, tetapi faktor mental dan integritas para pengelola juga menjadi fondasi utama dalam menjaga keberlangsungan LPD.
“Kalau mentalnya sudah tidak benar, dengan apa kita bisa memperbaikinya?” ujarnya.
Infolpdbali.com Diharapkan Jadi Ruang Edukasi
Di sisi lain, I Made Langgeng menyambut positif kehadiran infolpd.com sebagai media yang diharapkan mampu mendekatkan masyarakat dengan dunia LPD.
Ia berharap kanal tersebut tidak hanya menjadi media publikasi bagi pengurus atau pengelola LPD, tetapi juga menjadi ruang edukasi bagi masyarakat adat sebagai pemilik dan bagian penting dari ekosistem LPD.
“Mudah-mudahan media ini bisa menempatkan kepentingan masyarakat, mengedukasi masyarakat, supaya masyarakat lebih memahami dan lebih bertahan bersama LPD,” harapnya.
Menurutnya, semakin masyarakat memahami bagaimana LPD bekerja, semakin besar pula peluang terciptanya kepercayaan dan partisipasi masyarakat dalam menjaga keberadaan LPD.
Ia menilai LPD bukan sekadar lembaga keuangan, melainkan bagian dari kekuatan ekonomi desa adat yang memiliki sejarah dan peran strategis dalam kehidupan masyarakat Bali.
Karena itu, menurut I Made Langgeng, keberadaan media khusus seperti infolpdbali.com dapat menjadi jembatan antara LPD, masyarakat, pengelola, pemangku kebijakan maupun lembaga pembina.
“Ini bagus untuk mengembalikan sekaligus menaikkan nama LPD. Media seperti ini harus bisa membawa LPD kembali dikenal masyarakat dan menunjukkan bagaimana situasi LPD sebenarnya,” pungkasnya.
Peluncuran infolpdbali.com pun diharapkan menjadi momentum baru bagi penguatan ekosistem informasi LPD di Bali—bukan sekadar untuk memberitakan keberhasilan, tetapi juga menghadirkan kritik, evaluasi dan edukasi secara berimbang demi mendorong LPD yang semakin sehat, transparan dan berintegritas. (Tim Newsyess)