BADUNG | Infolpdbali.com — Berbagi pengetahuan tidak selalu harus dilakukan melalui ruang kelas. Bagi Direktur Utama Bank BPR Kanti, Made Arya Amitaba, SE., MM., pengetahuan juga dapat menjadi jembatan untuk memperkuat lembaga, membangun karakter kepemimpinan, sekaligus menjaga nilai-nilai adat Bali.
Hal tersebut tercermin saat Made Arya Amitaba berkunjung ke LPD Legian pada Sabtu (12/9/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia tidak hanya membawa materi untuk dibagikan, tetapi juga menyerahkan sejumlah buku yang dinilai relevan dengan kehidupan adat, kepemimpinan, maupun pengembangan sumber daya manusia.
Salah satu buku yang diserahkan yakni “Hukum Adat Bali: Aneka Kasus dan Penyelesaiannya”, yang mengangkat berbagai persoalan hukum adat Bali beserta pendekatan penyelesaiannya. Buku tersebut diharapkan dapat menjadi tambahan referensi bagi insan LPD dalam memahami dinamika adat dan kehidupan masyarakat Bali.
Selain itu, Made Arya Amitaba juga menyerahkan buku “Lawar Leadership”, sebuah materi yang mengangkat perspektif kepemimpinan dengan pendekatan yang dekat dengan nilai-nilai kehidupan dan kearifan lokal.
Bagi Made Arya Amitaba, keberadaan LPD tidak hanya berbicara tentang angka, simpanan, pinjaman maupun keuntungan. LPD merupakan bagian penting dari kehidupan Desa Adat yang bertumpu pada kepercayaan masyarakat.
Karena itu, penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi bagian yang tidak kalah penting dibandingkan pertumbuhan bisnis.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga membawa materi bertajuk “Marketing Bukan Sekadar Menjual, Marketing adalah Memenangkan Kepercayaan.”
Pesan tersebut menjadi relevan bagi lembaga keuangan seperti LPD maupun BPR yang setiap hari bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Menurut perspektif tersebut, marketing bukan semata-mata bagaimana sebuah produk atau layanan dapat terjual. Lebih jauh, marketing adalah bagaimana sebuah lembaga mampu membangun hubungan, memahami kebutuhan masyarakat, memberikan solusi dan menjaga kepercayaan yang telah diberikan.
“Marketing bukan sekadar menjual. Marketing adalah memenangkan kepercayaan,” menjadi pesan utama yang dibawa dalam materi tersebut.
Kepercayaan, lanjutnya, tidak dapat dibangun hanya dalam satu kali pertemuan. Kepercayaan lahir dari konsistensi pelayanan, integritas, komunikasi yang baik dan kemampuan lembaga untuk hadir ketika masyarakat membutuhkan.
Dalam konteks LPD, nilai tersebut menjadi semakin penting karena LPD tumbuh dari, oleh dan untuk masyarakat adat. Setiap pelayanan yang diberikan pada akhirnya bukan hanya menyangkut hubungan antara lembaga dengan nasabah, tetapi juga menyangkut hubungan sosial dalam kehidupan krama desa adat.
Kehadiran Made Arya Amitaba di LPD Legian sekaligus menunjukkan pentingnya membangun budaya berbagi pengetahuan antarlembaga keuangan Bali. Tidak hanya berbagi pengalaman dalam pengelolaan bisnis, tetapi juga berbagi wawasan mengenai kepemimpinan, hukum adat dan strategi membangun kepercayaan masyarakat.
Buku-buku yang diserahkan pun diharapkan tidak berhenti sebagai koleksi di rak perpustakaan. Lebih dari itu, buku tersebut dapat menjadi bahan bacaan, diskusi dan refleksi bagi jajaran pengurus serta staf LPD.
Sebab, lembaga yang kuat bukan hanya dibangun oleh modal finansial. Lembaga yang kuat juga membutuhkan modal pengetahuan, kepemimpinan dan kepercayaan masyarakat.
Di tengah perubahan zaman dan semakin dinamisnya kebutuhan masyarakat, LPD dituntut untuk terus beradaptasi tanpa kehilangan akar budayanya.
Di titik itulah, semangat yang dibawa Made Arya Amitaba menjadi penting: kemajuan lembaga harus berjalan seiring dengan penguatan manusia yang mengelolanya.
Dan pada akhirnya, marketing terbaik bukanlah tentang seberapa banyak sesuatu berhasil dijual, melainkan seberapa besar kepercayaan yang berhasil dimenangkan dan dijaga.
“Jualan bisa menghasilkan transaksi. Tetapi kepercayaanlah yang melahirkan hubungan jangka panjang.” (Tim Newsyess)