BANGLI | Infolpdbali.com – Di sebuah rumah sederhana di Banjar Kubu, Kabupaten Bangli, tersimpan kisah tentang perjuangan, keteguhan hati dan harapan yang tak pernah padam.
Di rumah itu tinggal Ni Ketut Surniasih (52), seorang ibu tangguh yang selama kurang lebih lima tahun menggantungkan kehidupan keluarganya dari membuat dan menjual kuskusan, anyaman bambu sederhana yang dikerjakan dengan penuh kesabaran dan ketelatenan.
Di tangan perempuan sederhana itu, bilah-bilah bambu dirangkai menjadi kuskusan. Namun sesungguhnya, yang sedang ia anyam bukan hanya bambu.
Ia sedang menganyam harapan.
Setiap kuskusan yang selesai adalah ikhtiar untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Setiap hasil penjualan menjadi bekal untuk menyambung kehidupan dan memastikan putri semata wayangnya tetap bisa bersekolah.
Dalam sehari, Ni Ketut Surniasih mampu membuat sekitar 4 kuskusan. Nilainya mungkin tidak besar, tetapi dari pekerjaan sederhana itulah ia terus bertahan dan membesarkan anaknya seorang diri.
Sang Ibu Menganyam Bambu, Sang Anak Menganyam Mimpi
Di samping perjuangan sang ibu, tumbuh seorang anak perempuan bernama Ni Kadek Supadmiasih (13).
Kadek kini duduk di kelas VII SMP di Bangli. Di usianya yang masih belia, ia telah memahami bahwa hidup tidak selalu berjalan mudah. Namun keterbatasan tidak membuat semangat belajarnya padam.
Setiap hari, Kadek berangkat ke sekolah dengan bekal sekitar Rp5.000.
Uang yang sederhana, tetapi diterima dan digunakan dengan penuh rasa syukur.
Di balik senyum polosnya, ada cita-cita yang ingin terus dikejar. Matanya berbinar ketika berbicara tentang sekolah, seakan ingin mengatakan bahwa mimpi tetap boleh setinggi langit, meski langkah dimulai dari kehidupan yang sederhana.
Kadek kini juga menjadi salah satu dari 50 anak asuh Redaksi Newsyess.com.
Sebagai bentuk perhatian terhadap pendidikan dan masa depannya, Kadek telah memiliki Tabungan SIMPEL di Bank BPD Bali
Tabungan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal yang terus tumbuh, sekaligus menjadi simbol bahwa ada harapan yang sedang ditanam untuk masa depannya.
Newsyess.com Hadir Membawa Sembako dan Harapan
Kehadiran Redaksi Newsyess.com di Banjar Kubu tidak hanya untuk mendengar dan menyampaikan kisah perjuangan keluarga tersebut.
Dalam kesempatan itu, Redaksi Newsyess.com juga berbagi paket sembako kepada Ni Ketut Surniasih dan keluarganya.
Paket sembako tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian dan dukungan moral kepada keluarga sederhana yang selama ini berjuang dengan segala keterbatasannya.
Bagi sebagian orang, paket sembako mungkin terlihat sederhana.
Namun bagi keluarga seperti Ni Ketut Surniasih, kehadiran paket tersebut menjadi pengingat bahwa mereka tidak berjalan sendirian.
Ada kepedulian.
Ada perhatian.
Ada tangan-tangan yang bersedia berbagi.
Dan yang paling penting, ada harapan bahwa masih banyak orang yang peduli terhadap perjuangan mereka.
Redaksi Newsyess.com berbagi bukan karena memiliki segalanya, tetapi karena percaya bahwa sedikit yang dibagikan dengan ketulusan dapat menjadi berarti bagi mereka yang membutuhkan.
Pesan Ngakan Yess: Berbagi dari Rezeki yang Kita Terima
Pimpinan Redaksi Newsyess.com, Ngakan Putu Suardika, yang akrab disapa Ngakan Yess, mengatakan bahwa kegiatan berbagi tersebut merupakan bagian dari komitmen sosial media redaksi Newsyess untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat.
Menurutnya, media tidak hanya memiliki tugas menyampaikan informasi, tetapi juga dapat menjadi jembatan kepedulian.
“Kami percaya bahwa di dalam rezeki yang kita terima, ada hak saudara-saudara kita yang membutuhkan. Karena itu, berbagi bukan tentang seberapa besar yang kita punya, tetapi tentang ketulusan hati untuk menyisihkan sebagian rezeki bagi mereka yang membutuhkan,” ujar Ngakan Yess.
Ia mengatakan, kisah Ni Ketut Surniasih menjadi pelajaran berharga bahwa keteguhan hati dapat tumbuh dari kehidupan yang sangat sederhana.
“Ibu Ketut mengajarkan kepada kita arti perjuangan. Dengan tangannya sendiri beliau membuat kuskusan setiap hari untuk menghidupi keluarga. Sementara Kadek mengajarkan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi dan belajar,” katanya.
Ngakan Yess berharap perhatian yang diberikan kepada keluarga tersebut dapat memberikan sedikit ruang untuk bernapas dan menjadi penyemangat untuk terus melangkah.
“Semoga bantuan sederhana ini dapat meringankan kebutuhan keluarga dan menjadi penyemangat bagi Kadek untuk terus sekolah. Mudah-mudahan suatu hari nanti Kadek tumbuh menjadi anak yang sukses dan mampu membalas kebaikan dengan kebaikan kepada orang lain,” ungkapnya.
Terima Kasih untuk Bank BPD Bali, BPR, LPD, Koperasi dan Pembaca setia
Ngakan Yess juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh lembaga keuangan di Bali yang selama ini telah menjadi bagian dari perjalanan sosial Redaksi Newsyess.com.
Ucapan terima kasih secara khusus disampaikan kepada Bank BPD Bali, BPR, LPD, koperasi, serta seluruh mitra yang telah mendukung berbagai kegiatan sosial dan kepedulian masyarakat.
Apresiasi juga diberikan kepada seluruh pembaca setia Newsyess.com yang selama ini terus memberikan kepercayaan, dukungan dan energi positif bagi redaksi.
“Kami menyampaikan terima kasih yang tulus kepada seluruh lembaga keuangan di Bali, para mitra, serta seluruh pembaca setia Newsyess.com. Dukungan dan kepercayaan dari semuanya menjadi kekuatan bagi kami untuk terus bergerak dan berbagi,” ujar Ngakan Yess.
Ia berharap kolaborasi dalam semangat berbagi tersebut dapat terus tumbuh.
“Semoga kebaikan ini tidak berhenti sampai di sini. Semoga apa yang kita lakukan bersama menjadi mata rantai kebaikan yang terus menyambung, dari satu tangan ke tangan lainnya, dari satu keluarga ke keluarga lainnya,” tuturnya.
50 Anak Asuh, 50 Harapan
Ni Kadek Supadmiasih adalah salah satu dari 50 anak asuh Redaksi Newsyess.com.
Di balik angka 50 tersebut terdapat 50 wajah, 50 keluarga, 50 cerita perjuangan dan 50 harapan yang sedang dititipkan kepada masa depan.
Di Banjar Kubu, harapan itu tumbuh dari rumah sederhana.
Sang ibu menganyam bambu.
Sang anak menganyam cita-cita.
Dan hari itu, Redaksi Newsyess.com datang membawa sebuah paket sembako, perhatian dan pesan sederhana bahwa perjuangan mereka tidak luput dari perhatian.
Karena kebaikan tidak selalu harus datang dalam bentuk yang besar. Terkadang, sebungkus sembako, sebuah tabungan, sebuah kepedulian dan sebuah tangan yang terulur sudah cukup untuk membuat seseorang kembali percaya bahwa hari esok masih menyimpan harapan.
Dari anyaman kuskusan, Ni Ketut Surniasih menenun keteguhan. Dari bangku sekolah, Ni Kadek Supadmiasih menenun masa depan. Dan dari kepedulian bersama, kita belajar bahwa harapan akan selalu menemukan jalannya ketika ada hati yang mau berbagi. (Tim Newsyess)