Karangasem | Infolpdbali.com — Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap kehidupan adat kembali ditunjukkan LPD Desa Adat Sogra. Di tengah pelaksanaan rangkaian Upacara Ngusaba Purnama Kapat, LPD Desa Adat Sogra menyerahkan Dana Punia Krama Tamiu kepada Prajuru Desa Adat Sogra.
Penyerahan dana punia tersebut berlangsung pada Minggu, 27 September 2026, bertempat di Pura Puseh Desa Adat Sogra, dalam suasana penuh khidmat dan kebersamaan.
Dana punia diserahkan oleh LPD Desa Adat Sogra sebagai bentuk kepedulian serta dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan adat dan keagamaan di Desa Adat Sogra. Kehadiran LPD dalam momentum tersebut sekaligus menjadi bagian dari semangat ngayah dan gotong royong yang terus dijaga dalam kehidupan masyarakat Bali.
Pemucuk LPD Desa Adat Sogra, I Wayan Putra, menegaskan melalui kegiatan tersebut pentingnya membangun kebersamaan antara LPD, prajuru, krama desa, serta krama tamiu dalam menjaga keberlangsungan tradisi dan kegiatan keagamaan.
Bagi LPD Desa Adat Sogra, keberadaan lembaga tidak semata-mata menjalankan fungsi ekonomi. LPD juga memiliki tanggung jawab sosial dan budaya untuk ikut hadir ketika desa adat melaksanakan kegiatan keagamaan maupun adat.
Penyerahan Dana Punia Krama Tamiu menjadi salah satu wujud nyata kepedulian tersebut. Punia tidak hanya dimaknai sebagai bantuan secara materi, tetapi juga sebagai bentuk sraddha bhakti, gotong royong, dan rasa memiliki terhadap desa adat.
Terlebih, Upacara Ngusaba Purnama Kapat merupakan momentum penting bagi krama untuk mempererat hubungan spiritual sekaligus memupuk kebersamaan. Dalam suasana seperti ini, kehadiran berbagai unsur masyarakat menjadi kekuatan yang membuat pelaksanaan upacara berjalan dengan penuh rasa tulus dan kebersamaan.
Semangat yang ditunjukkan LPD Desa Adat Sogra juga menyampaikan pesan bahwa kemajuan ekonomi dan kehidupan adat hendaknya berjalan beriringan. Lembaga yang tumbuh dari desa adat sudah selayaknya kembali memberikan manfaat bagi desa adat dan masyarakatnya.
Punia yang diserahkan mungkin memiliki nilai materi, namun makna di baliknya jauh lebih besar. Ada ketulusan, kepedulian, serta semangat untuk menjaga tradisi yang diwariskan para leluhur agar tetap hidup dan diteruskan oleh generasi berikutnya.
Melalui kegiatan tersebut, LPD Desa Adat Sogra kembali meneguhkan komitmennya untuk tumbuh bersama krama, menjaga keharmonisan, serta mengambil bagian dalam setiap kegiatan yang membawa kebaikan bagi desa adat.
“Dumogi Ida Sang Hyang Widhi Wasa ngicenin kerahayuan ring jagate sareng sami.”
Semoga seluruh rangkaian Upacara Ngusaba Purnama Kapat berjalan lancar, serta membawa kerahayuan, kedamaian, kesehatan, dan kesejahteraan bagi seluruh krama serta alam semesta.
(Tim Newsyess)