GIANYAR | Infolpdbali.com – Potensi wisata alam di perdesaan terus dikembangkan menjadi daya tarik yang mampu mendatangkan wisatawan sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan desa. Salah satunya melalui Asasuka Tubing Barong Cave, atraksi wisata petualangan menyusuri aliran sungai yang menawarkan sensasi alam asri, jeram, dan suasana hijau menyerupai hutan.
Di balik pesona wisata tersebut, pengelola Asasuka Tubing Barong Cave, Anak Agung Gede Oka Widnyama, menyoroti persoalan sampah yang masih menjadi tantangan dalam menjaga kebersihan sungai. Kebiasaan sebagian masyarakat membuang sampah ke aliran sungai dinilai perlu mendapat perhatian bersama agar potensi wisata alam tetap terjaga.
Menurutnya, sungai bukan tempat pembuangan sampah, melainkan sumber daya alam yang memiliki fungsi penting bagi kehidupan masyarakat. Terlebih, ketika aliran sungai mulai dimanfaatkan sebagai daya tarik wisata, kebersihan dan kelestarian lingkungan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kualitas pelayanan kepada pengunjung.
“Dengan adanya atraksi tubing ini, kami berharap sungai bisa dimanfaatkan sesuai peruntukannya. Jangan sampai sungai kembali menjadi tempat pembuangan sampah. Kalau masyarakat memiliki kesadaran bersama, sebenarnya menjaga kebersihan sungai bukanlah sesuatu yang sulit,” ungkapnya.
Kebersihan Sungai Membutuhkan Kesadaran Bersama
Ia menjelaskan, sampah yang ditemukan di sepanjang aliran sungai tidak hanya berupa plastik, tetapi juga dedaunan dan material organik lainnya. Meskipun sampah organik dapat terurai secara alami, keberadaannya tetap berpotensi mengurangi kenyamanan wisatawan ketika menumpuk di kawasan yang menjadi jalur atraksi tubing.
Karena itu, menjaga kebersihan sungai membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari masyarakat, tokoh masyarakat, pengelola wisata, pemerintah desa dinas hingga desa adat.
Menurutnya, koordinasi dan kesamaan pandangan menjadi kunci agar upaya menjaga lingkungan dapat berjalan secara berkelanjutan. Program pengembangan wisata tidak akan memberikan hasil maksimal apabila tidak diikuti kesadaran masyarakat untuk ikut merawat potensi alam yang dimiliki desanya.
“Tokoh masyarakat sangat diperlukan. Selain itu, semua pihak harus memiliki persepsi dan tujuan yang sama. Kalau koordinasi berjalan dengan baik, saya yakin upaya menjaga kebersihan sungai dan mengembangkan wisata ini bisa diwujudkan secara maksimal,” ujarnya.
Ia berharap keberadaan Asasuka Tubing Barong Cave tidak hanya dikenal sebagai atraksi wisata, tetapi juga menjadi sarana edukasi lingkungan. Melalui aktivitas wisata tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa sungai yang bersih memberikan manfaat bagi kehidupan, kelestarian alam, sekaligus peluang ekonomi bagi desa.
Menawarkan Sensasi Petualangan di Alam Terbuka
Asasuka Tubing Barong Cave menawarkan pengalaman menyusuri aliran sungai dengan suasana alam yang masih hijau. Pepohonan yang tumbuh di sepanjang jalur sungai memberikan kesan seolah-olah wisatawan sedang memasuki kawasan hutan, meskipun lokasinya berada di wilayah perdesaan yang tidak jauh dari kawasan perkotaan.
Karakter aliran sungai yang memiliki bagian jeram turut menghadirkan sensasi petualangan tersendiri bagi wisatawan. Pada bagian tertentu, terutama di kawasan percabangan sungai dekat jalur akhir, terdapat aliran yang menawarkan pengalaman lebih menantang.
Keberadaan vegetasi alami di sepanjang sungai menjadi salah satu daya tarik yang ingin terus dipertahankan pengelola. Pepohonan dan tumbuhan yang tumbuh di kawasan tersebut diharapkan tetap terjaga sehingga suasana alami yang menjadi ciri khas wisata tubing tidak hilang akibat pembangunan yang berlebihan.
Bagi pengelola, kelestarian lingkungan bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian penting dari pengalaman wisata yang ditawarkan kepada pengunjung.
Kunjungan Terus Meningkat, Peluang Kerja Sama Terbuka
Setelah mulai berkembang sekitar tiga tahun pascapandemi COVID-19, Asasuka Tubing Barong Cave menunjukkan perkembangan dari sisi pengenalan pasar dan minat kunjungan wisatawan.
Anak Agung Gede Oka Widnyama mengatakan, atraksi wisata tersebut semakin dikenal. Bahkan, beberapa waktu terakhir, pihak pengelola mulai dihubungi agen perjalanan yang menyampaikan ketertarikan untuk menjalin kerja sama.
Perkembangan tersebut membuka peluang untuk memperluas jangkauan pemasaran sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan. Dengan promosi yang tepat dan dukungan berbagai pihak, wisata tubing ini berpotensi menjadi salah satu pilihan aktivitas wisata alam bagi wisatawan yang berkunjung ke Bali.
Pengelola juga membuka peluang keterlibatan desa-desa di sepanjang aliran sungai, termasuk pemerintah desa dinas dan desa adat. Menurutnya, potensi alam yang menjadi daya tarik wisata merupakan aset yang perlu dijaga dan dimanfaatkan bersama demi memberikan manfaat bagi masyarakat setempat.
Ia menegaskan, keberhasilan pengembangan wisata tidak semestinya hanya menjadi tanggung jawab pengelola. Masyarakat dan unsur pemerintahan juga perlu terlibat agar manfaat ekonomi yang dihasilkan dapat berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan.
Tiket Termasuk Makan
Dari sisi layanan, Asasuka Tubing Barong Cave menawarkan paket wisata dengan tarif yang sangat terjangkau per orang. Harga tersebut sudah termasuk aktivitas tubing, layanan mandi atau shower setelah beraktivitas, serta pilihan makanan berupa nasi goreng, mi goreng, atau kentang goreng.
Durasi aktivitas tubing sekitar satu jam, dengan operasional yang dimulai pukul 09.00 hingga 15.00 WITA. Dengan durasi tersebut, wisatawan dapat menikmati pengalaman petualangan menyusuri sungai sekaligus bersantai setelah menyelesaikan aktivitas.
Pengelola menyebutkan, pada periode kunjungan yang ramai, jumlah wisatawan dapat mencapai sekitar 100 orang. Potensi kunjungan ini menjadi peluang untuk memperkuat pengembangan wisata berbasis alam dan masyarakat.
Namun, peningkatan jumlah pengunjung juga perlu diimbangi dengan pengelolaan lingkungan yang baik. Kebersihan sungai, kenyamanan jalur wisata, dan pelestarian vegetasi alami harus menjadi perhatian agar kualitas pengalaman wisata tetap terjaga.
Sinergi Desa Menjadi Kunci Keberlanjutan
Ke depan, pengelola berharap pemerintah daerah, pemerintah desa dinas, desa adat, tokoh masyarakat, dan warga dapat membangun koordinasi yang lebih kuat dalam mendukung pengembangan Asasuka Tubing Barong Cave.
Edukasi kepada masyarakat mengenai pengelolaan sampah menjadi salah satu langkah penting yang perlu dilakukan secara konsisten. Upaya tersebut dapat disertai kegiatan menjaga kebersihan sungai, memperkuat kebiasaan memilah sampah, serta meningkatkan pemahaman mengenai manfaat lingkungan yang bersih bagi pariwisata.
Pengembangan wisata berbasis alam akan lebih berkelanjutan apabila masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi turut mengambil bagian dalam menjaga dan mengembangkan potensi desanya.
Asasuka Tubing Barong Cave memiliki peluang untuk tumbuh sebagai daya tarik wisata yang memberikan pengalaman petualangan sekaligus manfaat ekonomi bagi masyarakat. Namun, keberhasilan itu membutuhkan komitmen bersama untuk merawat sungai yang menjadi sumber kehidupan sekaligus modal utama wisata.
Sebab, keindahan alam tidak cukup hanya dipromosikan. Keindahan itu harus dijaga, dirawat, dan diwariskan. Ketika masyarakat, pengelola, dan pemerintah melangkah dengan tujuan yang sama, sungai yang dahulu terancam menjadi tempat pembuangan sampah dapat diarahkan menjadi ruang wisata yang bersih, lestari, dan membawa kesejahteraan bagi desa.
(Tim Newsyess)