Memerlukan Anggaran  Rp 500 Juta Kembangkan Hidden Canyon Guwang, Tut Karben Kades Guwang Bidik Destinasi Wisata Baru Air Terjun

 

GIANYAR | Infolpdbali.com – Berkomitmen membawa Desa Guwang, Kecamatan Sukawati, Kabupaten Gianyar, Bali, menuju pembangunan yang lebih maju dan berkelanjutan, Perbekel terpilih Desa Guwang, I Ketut Karben Wardana yang akrab disapa Tut Karben, menyiapkan rencana pengembangan objek wisata unggulan Hidden Canyon Beji Guwang. Melalui penataan jalur wisata, pembangunan spot foto, hingga rencana menghadirkan air terjun buatan bernuansa alami, pengembangan destinasi ini diharapkan mampu memperkuat daya tarik pariwisata sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes).

Saat ditemui Newsyess.com di kantor Perbekel Desa Guwang, Kamis (5/11/2026), Tut Karben mengungkapkan bahwa pengembangan Hidden Canyon Beji Guwang menjadi salah satu agenda yang ingin diwujudkan ke depan. Selain mempercantik destinasi, langkah tersebut diarahkan untuk menciptakan peluang ekonomi baru, membuka lapangan kerja, serta menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat setempat.

Menurutnya, Hidden Canyon Beji Guwang merupakan salah satu potensi wisata unggulan desa yang pengelolaannya melibatkan pemerintah desa dinas dan Desa Adat. Kolaborasi tersebut menjadi modal penting untuk mengembangkan destinasi secara berkelanjutan, dengan tetap memperhatikan kepentingan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

“Ke depan, kami merencanakan pengembangan objek wisata Hidden Canyon Beji Guwang, termasuk membuat spot-spot foto bagi wisatawan yang memiliki waktu terbatas. Kami ingin menghadirkan pilihan pengalaman wisata yang menarik, sehingga pengunjung tetap bisa menikmati keindahan destinasi ini tanpa harus selalu menempuh seluruh jalur,” ungkap Tut Karben.

Jalur Wisata Panjang, Perlu Dikembangkan dengan Pilihan yang Lebih Fleksibel

Hidden Canyon Beji Guwang selama ini dikenal dengan daya tarik bentang alamnya yang unik. Alur sungai, tebing batu, serta suasana alam yang khas menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin merasakan pengalaman petualangan berbeda di Bali.

Namun, panjangnya jalur wisata menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan destinasi tersebut.

Tut Karben menjelaskan, jalur yang telah dirintis sejak 2018 itu menawarkan pengalaman menyusuri kawasan alam dengan waktu tempuh sekitar 2,5 jam. Secara keseluruhan, wisatawan dapat membutuhkan waktu kurang lebih tiga jam untuk menyelesaikan perjalanan, bergantung pada kondisi dan aktivitas selama berwisata.

Potensi tersebut dinilai tetap menarik bagi wisatawan yang menyukai petualangan. Meski demikian, diperlukan alternatif bagi pengunjung yang memiliki keterbatasan waktu atau menginginkan pengalaman wisata yang lebih singkat.

Karena itu, salah satu rencana yang disiapkan adalah penataan jalur pendek atau short trail. Jalur ini diharapkan memberikan pilihan kepada wisatawan untuk menikmati suasana Hidden Canyon tanpa harus mengikuti keseluruhan rute yang panjang.

READ  DI SMA 1 SIDEMEN REDAKSI NEWSYESS BERBAGI KEMBALI MENGETUK PINTU: PAKET SEMBAKO UNTUK KADEK YUDA, ANAK ASUH KE-50

“Tidak semua tamu memiliki waktu yang cukup panjang. Karena itu, kami ingin menyediakan jalur alternatif yang lebih pendek, sehingga wisatawan tetap bisa menikmati objek wisata ini, berfoto, dan mendapatkan pengalaman yang berkesan,” jelasnya.

Rencana tersebut diharapkan dapat memperluas segmen pengunjung, termasuk wisatawan keluarga maupun mereka yang memiliki jadwal perjalanan terbatas.

Air Terjun Buatan Bernuansa Alami Jadi Daya Tarik Baru

Selain penataan jalur dan spot foto, Tut Karben juga mengungkapkan rencana menghadirkan air terjun buatan dengan tampilan yang dirancang menyerupai suasana alami.

Kehadiran air terjun tersebut diharapkan menjadi daya tarik tambahan yang memberikan pilihan aktivitas bagi wisatawan. Dengan penataan yang tepat, kawasan Hidden Canyon Beji Guwang berpotensi menawarkan pengalaman wisata yang lebih beragam, tidak hanya mengandalkan jalur petualangan menyusuri sungai dan tebing.

“Kami juga merencanakan pembuatan air terjun buatan yang kesannya alami. Harapannya, nanti ada pilihan wisata lain bagi pengunjung yang datang ke Hidden Canyon Beji Guwang,” ujarnya.

Pengembangan fasilitas baru tersebut nantinya perlu dirancang dengan memperhatikan karakter alam setempat, keamanan pengunjung, serta kelestarian lingkungan. Dengan demikian, peningkatan daya tarik wisata dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga keunikan bentang alam Guwang.

Estimasi Anggaran Rp500 Juta, Diupayakan Masuk Perencanaan 2027

Untuk mewujudkan rencana pengembangan tersebut, Tut Karben memperkirakan kebutuhan anggaran berada di kisaran Rp500 juta. Dana itu direncanakan untuk mendukung penataan jalur pendek, pembangunan spot foto, serta pembuatan air terjun buatan.

Pemerintah Desa Guwang, kata dia, tengah merancang skema pendanaan melalui perencanaan kerja desa, dengan mengupayakan penyisihan anggaran secara bertahap. Targetnya, peluang pengembangan dapat mulai direalisasikan pada 2027, menyesuaikan kemampuan keuangan desa dan prioritas program pembangunan lainnya.

“Kami sudah merancang agar ada penyisihan dana untuk pengembangan objek wisata ini. Namun, semuanya harus melalui proses perencanaan yang matang. Kami ingin pengembangan Hidden Canyon bisa berjalan tanpa mengganggu kegiatan masyarakat maupun pembangunan infrastruktur desa lainnya,” paparnya.

Ia menyadari bahwa pembangunan destinasi wisata membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Karena itu, pemerintah desa harus mengatur prioritas anggaran secara cermat agar program pengembangan ekonomi dapat berjalan beriringan dengan pelayanan publik dan kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan pengembangan wisata tidak semata-mata diukur dari berdirinya fasilitas baru, tetapi juga dari kemampuan destinasi tersebut menghasilkan pendapatan berkelanjutan bagi desa.

Perkuat Kolaborasi Desa Dinas dan Desa Adat

Salah satu aspek yang menjadi perhatian Tut Karben adalah penguatan sinergi antara Desa Dinas Guwang dan Desa Adat Guwang. Ia menilai kolaborasi kedua lembaga tersebut sangat penting karena pembangunan desa dan pelestarian adat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Bali.

READ  Bawa Buku Hukum Adat dan Leadership ke LPD Legian: Made Arya Amitaba Marketing Bukan Sekadar Menjual, tapi Memenangkan Kepercayaan

Dalam pengelolaan Hidden Canyon Beji Guwang, kerja sama dengan Desa Adat telah berjalan. Pemerintah desa dinas memberikan kontribusi sebesar Rp15.000 untuk setiap kunjungan tamu, sesuai mekanisme yang berlaku saat ini.

Ke depan, Tut Karben berharap kolaborasi tersebut dapat terus diperkuat, termasuk membuka peluang dukungan pendanaan bagi pengembangan objek wisata.

“Desa Dinas dan Desa Adat harus bisa berjalan bersama. Kami berharap kerja sama yang sudah terjalin dapat semakin kuat, sehingga pengembangan usaha wisata ini memberikan manfaat bagi kedua pihak dan terutama masyarakat,” katanya.

Ia juga menyoroti pentingnya memperkuat sumber pendapatan Desa Dinas agar pemerintah desa memiliki kemampuan keuangan yang lebih baik dalam membiayai program pembangunan.

Menurutnya, Desa Adat selama ini memiliki sumber pendapatan yang mendukung berbagai kegiatan adat dan sosial kemasyarakatan. Karena itu, Desa Dinas juga perlu mengembangkan sumber pendapatan yang berkelanjutan agar dapat menjalankan fungsi pelayanan dan pembangunan secara optimal.

Dengan sinergi yang baik, ia berharap potensi wisata tidak hanya menjadi aset pariwisata, tetapi juga menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat Guwang.

Harapkan Dukungan Pemerintah Kabupaten Gianyar

Tut Karben juga berharap adanya dukungan Pemerintah Kabupaten Gianyar, khususnya Bupati Gianyar, dalam mendorong pengembangan destinasi wisata desa.

Menurutnya, dukungan pemerintah daerah dapat menjadi faktor penting dalam mempercepat pengembangan potensi wisata, terutama ketika kemampuan pendanaan desa menghadapi keterbatasan.

Ia berharap peluang bantuan keuangan atau program dukungan pembangunan dapat dimanfaatkan sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga rencana pengembangan Hidden Canyon Beji Guwang dapat direalisasikan secara bertahap.

“Harapan kami, pemerintah daerah bisa memberikan dukungan untuk pengembangan objek wisata di Desa Guwang. Kami ingin potensi yang dimiliki desa dapat tumbuh dan berkembang, karena ketika desa maju, tentu masyarakat yang merasakan manfaatnya dan pemerintah daerah juga ikut merasakan dampak positifnya,” ujarnya.

Tut Karben menambahkan, Desa Guwang telah ditetapkan sebagai desa wisata sejak 2020. Status tersebut menjadi peluang sekaligus tanggung jawab bagi pemerintah desa untuk terus meningkatkan kualitas destinasi, mengembangkan potensi lokal, dan menghadirkan manfaat ekonomi yang lebih luas.

Ia berharap pengembangan Hidden Canyon Beji Guwang dapat menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat daya saing desa wisata di tengah perkembangan pariwisata Bali.

READ  Ucapkan Selamat Hari Raya Saraswati, Ngakan Yess: Redaksi Newsyess. Com Jadikan Ilmu sebagai Pelita Kehidupan

PADes untuk Membuka Lapangan Kerja dan Meningkatkan Kesejahteraan

Bagi Tut Karben, tujuan utama pengembangan Hidden Canyon Beji Guwang bukan sekadar menghadirkan destinasi baru atau meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan. Lebih dari itu, ia ingin memastikan potensi pariwisata mampu menghasilkan pendapatan yang dapat digunakan untuk kepentingan masyarakat.

Peningkatan Pendapatan Asli Desa diharapkan dapat memperkuat kemampuan pemerintah desa dalam membiayai pembangunan, mendukung program pemberdayaan, serta membuka peluang kerja bagi warga setempat.

“Kami berharap pendapatan yang diperoleh desa nantinya bisa dinikmati oleh masyarakat. Selain untuk mendukung pembangunan, kami juga ingin pengembangan objek wisata ini dapat menampung tenaga kerja, terutama warga Desa Guwang yang membutuhkan pekerjaan,” tegasnya.

Dengan terbukanya peluang kerja di sektor pariwisata, masyarakat diharapkan dapat mengambil bagian dalam berbagai kegiatan usaha, mulai dari pelayanan wisata, pengelolaan fasilitas, hingga usaha ekonomi pendukung lainnya.

Dampak ekonomi tersebut diharapkan dapat berkembang secara berkelanjutan, sehingga manfaat pariwisata tidak hanya dirasakan oleh pengelola, tetapi juga oleh masyarakat luas.

Ajak Masyarakat Bersama-sama Membangun Guwang

Sebagai Perbekel terpilih, Tut Karben menyampaikan pesan kepada seluruh masyarakat agar menjaga kebersamaan dan berpartisipasi aktif dalam pembangunan desa.

Ia menilai keberhasilan program pemerintah desa tidak dapat diwujudkan hanya melalui kebijakan atau perencanaan pemerintah. Dukungan masyarakat, kolaborasi dengan Desa Adat, serta sinergi dengan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam menentukan keberhasilan pembangunan.

“Kepada seluruh warga Desa Guwang yang kami cintai, mari bersama-sama membangun desa yang kita cintai ini. Desa adalah tempat kita hidup hari ini sekaligus tempat anak cucu kita menaruh harapan pada masa depan,” ungkapnya.

Ia mengajak masyarakat untuk mendukung program-program pembangunan yang dirancang pemerintah desa dinas maupun Desa Adat, dengan tetap mengedepankan kepentingan bersama.

Baginya, pembangunan yang baik bukan hanya tentang menghadirkan infrastruktur atau destinasi wisata yang semakin menarik, melainkan juga memastikan hasil pembangunan dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

Dengan rencana pengembangan Hidden Canyon Beji Guwang, Tut Karben berharap Desa Guwang mampu melangkah menuju desa wisata yang semakin berkembang, mandiri secara ekonomi, dan berdaya saing, tanpa kehilangan jati diri serta kebersamaan masyarakatnya.

Hidden Canyon Beji Guwang diharapkan tidak hanya menjadi kebanggaan pariwisata Desa Guwang, tetapi juga menjadi sumber pertumbuhan ekonomi yang membuka kesempatan kerja, memperkuat PADes, dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat dari generasi ke generasi. (Tim Newsyess)

Berita Terbaru

Bersama Tiga BPR  di Gianyar Bersinergi gelar Edukasi Siswa SMA Negeri 2 Sukawati, Cetak Generasi Cerdas Finansial Sejak Dini

Hadirkan ST017, SBN Ritel Terakhir 2026 dengan Kupon hingga 7,05 Persen per Tahun di BANK BPD Bali 

Aset Tembus Rp40 Miliar, LPD Desa Adat Selat Optimistis Lampaui Target Laba 2026

Di Balik Kehilangan Sang Ibu, Dua Anak Kembar Tetap Merawat Mimpi. Mongoh dan Redaksi Newsyess Hadir Membawa Kasih serta Harapan

Objek Wisata Air Asasuka Tubing Barong Cave Kembangkan Wisata Petualangan, Sampah Sungai Jadi Tantangan