JAKARTA | Infolpdbali.com – Komitmen PT Bank Pembangunan Daerah Bali (Bank BPD Bali) dalam menjaga kinerja keuangan yang sehat, meningkatkan efisiensi operasional, serta memperluas akses layanan keuangan kembali mendapat pengakuan. Bank kebanggaan masyarakat Bali ini sukses meraih dua penghargaan dalam ajang Bisnis Indonesia Financial Awards (BIFA) 2026, yakni Best Performance Bank dan Most Efficient Bank untuk kategori Bank Pembangunan Daerah (BPD) wilayah Jawa-Bali.
Dua penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap kinerja Bank BPD Bali dalam menghadapi dinamika industri perbankan yang semakin kompetitif. Penghargaan ini juga memperkuat posisi Bank BPD Bali sebagai lembaga keuangan daerah yang terus berupaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, efisiensi, tata kelola, dan keberlanjutan.
Penghargaan BIFA 2026 diserahkan di Jakarta pada 12 Oktober 2026. Penilaian dilakukan dengan mempertimbangkan sejumlah aspek penting, meliputi kinerja keuangan selama periode 2023–2025, penerapan tata kelola perusahaan, manajemen risiko, efisiensi operasional, serta komitmen terhadap keberlanjutan.
Raihan dua penghargaan sekaligus ini menjadi pencapaian yang membanggakan bagi Bank BPD Bali. Di tengah tuntutan transformasi digital dan perubahan kebutuhan nasabah, bank daerah dituntut tidak hanya mampu tumbuh, tetapi juga menjaga kualitas aset, memperkuat pengelolaan risiko, serta menghadirkan layanan yang mudah dijangkau masyarakat.
Inovasi Digital Perluas Akses Keuangan
Keberhasilan Bank BPD Bali tidak terlepas dari upaya mengembangkan layanan digital untuk memberikan kemudahan transaksi sekaligus memperluas jangkauan layanan perbankan.
Melalui layanan BPD Bali Mobile, masyarakat dapat mengakses berbagai kebutuhan transaksi perbankan secara lebih praktis. Pengembangan layanan ini menjadi bagian dari langkah adaptasi terhadap perubahan perilaku nasabah yang semakin mengutamakan kemudahan, kecepatan, dan keamanan dalam bertransaksi.
Selain itu, dukungan terhadap pembayaran digital melalui QRIS, termasuk fitur QRIS Cross-Border, turut membuka peluang bagi masyarakat dan pelaku usaha untuk menikmati ekosistem transaksi yang semakin terintegrasi.
Kehadiran layanan pembayaran lintas negara tersebut relevan bagi Bali sebagai salah satu destinasi pariwisata utama Indonesia. Kemudahan transaksi digital dapat mendukung aktivitas ekonomi, khususnya sektor perdagangan, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta pelaku usaha yang berinteraksi dengan wisatawan mancanegara.
Transformasi digital tersebut sekaligus menjadi salah satu instrumen untuk memperluas inklusi keuangan. Masyarakat diharapkan semakin mudah mengenal, mengakses, dan memanfaatkan layanan keuangan formal sesuai kebutuhan mereka.
UMKM Menjadi Bagian Penting Pertumbuhan Ekonomi Bali
Di samping penguatan layanan digital, Bank BPD Bali juga menaruh perhatian pada dukungan permodalan bagi UMKM. Sektor ini memiliki peran strategis dalam menggerakkan perekonomian Bali, mulai dari perdagangan, kerajinan, kuliner, pertanian, hingga berbagai usaha penunjang pariwisata.
Akses permodalan yang memadai dapat membantu pelaku UMKM mengembangkan kapasitas usaha, meningkatkan produktivitas, serta memperluas pasar. Namun, pembiayaan perlu diiringi pengelolaan usaha yang baik, pemahaman terhadap risiko, dan literasi keuangan agar pertumbuhan dapat berlangsung secara sehat dan berkelanjutan.
Melalui penguatan pembiayaan dan pemanfaatan layanan perbankan digital, Bank BPD Bali memiliki ruang untuk terus memperluas kontribusinya dalam mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.
Upaya ini juga sejalan dengan pentingnya pemerataan akses keuangan, sehingga manfaat layanan perbankan tidak hanya dirasakan oleh masyarakat perkotaan atau pelaku usaha berskala besar, tetapi juga oleh UMKM dan kelompok masyarakat yang membutuhkan akses pembiayaan formal.
Efisiensi dan Tata Kelola Jadi Fondasi Keberlanjutan
Penghargaan Most Efficient Bank menunjukkan pentingnya efisiensi dalam menjalankan bisnis perbankan. Efisiensi bukan sekadar menekan biaya operasional, melainkan juga memastikan bahwa sumber daya perusahaan dikelola secara optimal untuk menghasilkan layanan yang berkualitas dan mendukung pertumbuhan bisnis.
Sementara itu, penghargaan Best Performance Bank menjadi pengakuan atas kinerja yang dinilai berdasarkan sejumlah indikator keuangan dan nonkeuangan selama periode penilaian.
Kedua penghargaan tersebut menempatkan kinerja dan efisiensi sebagai dua aspek yang saling melengkapi. Bank yang mampu mengelola biaya secara tepat, menerapkan tata kelola yang kuat, serta menjaga manajemen risiko memiliki fondasi yang lebih baik untuk menghadapi perubahan kondisi ekonomi dan persaingan industri.
Bagi Bank BPD Bali, pencapaian ini sekaligus menjadi tantangan untuk mempertahankan standar kinerja pada masa mendatang. Pengakuan dalam sebuah ajang penghargaan perlu diterjemahkan menjadi peningkatan kualitas layanan, penguatan kepercayaan nasabah, dan manfaat nyata bagi perekonomian daerah.
Terus Bertumbuh Bersama Masyarakat Bali
Bank BPD Bali menegaskan komitmennya untuk menjaga kesehatan kinerja keuangan, meningkatkan efisiensi, serta menghadirkan layanan perbankan yang inklusif dan berkelanjutan.
Komitmen tersebut penting agar pertumbuhan perbankan tidak hanya tercermin dalam indikator bisnis, tetapi juga melalui kontribusi terhadap pembangunan daerah, penguatan UMKM, perluasan literasi keuangan, dan kemudahan masyarakat dalam mengakses layanan keuangan.
Dua penghargaan BIFA 2026 menjadi momentum bagi Bank BPD Bali untuk terus memperkuat inovasi dan meningkatkan daya saing sebagai bank pembangunan daerah.
Pada akhirnya, keberhasilan sebuah bank daerah tidak hanya diukur dari seberapa besar pertumbuhan bisnisnya, tetapi juga dari kemampuannya menjaga kepercayaan masyarakat dan menghadirkan manfaat bagi daerah yang dilayaninya.
Dengan penguatan layanan digital, dukungan terhadap UMKM, serta penerapan prinsip tata kelola dan efisiensi, Bank BPD Bali diharapkan terus mengambil peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Bali yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan. (Tim Newsyess)