MENGWI | Infolpdbali.com — Kepercayaan krama menjadi energi penting bagi Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Adat Gulingan dalam menjaga keberlanjutan usaha sekaligus memperkuat fondasi ekonomi masyarakat adat. Hingga Agustus 2026, aset LPD Desa Adat Gulingan tercatat mencapai Rp34,2 miliar, meningkat dibandingkan posisi tahun 2025 yang berada di kisaran Rp34 miliar.
Peningkatan tersebut menjadi gambaran bahwa LPD Desa Adat Gulingan masih mendapat kepercayaan dari krama dalam menjalankan fungsi sebagai lembaga keuangan milik desa adat.
Penyarikan LPD Desa Adat Gulingan, I Made Suardita, saat ditemui Newsyess di kantor LPD Desa Adat Gulingan, Senin (21/9/2026), mengatakan capaian tersebut menjadi motivasi bagi jajaran LPD untuk terus melakukan pembenahan dan menjaga kepercayaan masyarakat.
“Per Agustus 2026, aset LPD Gulingan mencapai Rp34,2 miliar. Kalau dibandingkan dengan tahun 2025 yang sekitar Rp34 miliar, memang ada peningkatan,” ujar I Made Suardita.
Dari sisi laba, hingga Agustus 2026 LPD Desa Adat Gulingan mencatat laba berjalan sekitar Rp45 juta. Menurut Suardita, capaian tersebut masih dipengaruhi oleh beban bunga dan deposito lama yang harus diselesaikan.
Meski demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan optimisme pengelola LPD. Justru, capaian yang ada menjadi pijakan untuk terus memperbaiki kinerja hingga akhir tahun.
“Laba berjalan kita sekitar Rp45 juta. Ini karena masih ada beban bunga dan deposito lama. Namun kita tetap bersyukur LPD Gulingan masih bisa berjalan dan terus berkembang,” katanya.
LPD Desa Adat Gulingan menargetkan laba sebesar Rp96 juta pada tahun 2026. Target tersebut diharapkan dapat dicapai melalui penguatan kinerja, pengelolaan usaha yang lebih baik serta dukungan dan partisipasi krama desa adat.
Suardita menegaskan, keberadaan LPD tidak semata-mata diukur dari besarnya aset maupun laba. Lebih dari itu, keberlangsungan LPD sangat bergantung pada kepercayaan krama sebagai pemilik dan bagian penting dari lembaga keuangan desa adat.
Karena itu, pihaknya optimistis LPD Desa Adat Gulingan mampu terus menjaga bahkan meningkatkan kepercayaan masyarakat.
“Kita optimis, berkat dukungan dan kepercayaan masyarakat, kita bisa meraih dan menjaga kepercayaan itu kembali,” tegasnya.
Menurutnya, kepercayaan krama merupakan modal sosial yang sangat berharga. Ketika masyarakat tetap memberikan kepercayaan, LPD memiliki ruang yang lebih besar untuk berkembang dan memberikan manfaat kembali kepada desa adat.
Ke depan, LPD Desa Adat Gulingan akan terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan, menjaga tata kelola serta mengelola lembaga secara hati-hati dan bertanggung jawab.
Pertumbuhan aset menjadi salah satu indikator bahwa roda usaha LPD masih bergerak. Dari sekitar Rp34 miliar pada 2025, kini aset telah mencapai Rp34,2 miliar per Agustus 2026.
Angka tersebut mungkin terlihat sebagai pertumbuhan yang tidak terlalu besar, namun di baliknya terdapat sebuah pesan penting: kepercayaan krama masih menjadi napas bagi LPD Desa Adat Gulingan untuk terus bertahan, berbenah dan melangkah ke depan.
Dengan semangat tersebut, LPD Desa Adat Gulingan optimistis dapat menutup tahun 2026 dengan kinerja yang lebih baik serta mencapai target laba Rp96 juta.
Bagi LPD, perjalanan membangun kepercayaan bukanlah pekerjaan sehari. Ia tumbuh dari pelayanan, tanggung jawab dan konsistensi. Dari krama untuk krama, LPD Desa Adat Gulingan terus menatap masa depan dengan keyakinan bahwa ketika kepercayaan dijaga, harapan untuk tumbuh akan selalu terbuka. (Timinfolpdbali)