BANGLI |Infolpdbali.com — Di tengah geliat pembangunan ekonomi dan pelayanan kepada krama, lembaga keuangan adat memiliki peran yang lebih luas. Bukan hanya menjaga roda perekonomian masyarakat, tetapi juga ikut merawat nilai-nilai adat, agama, dan kebersamaan yang menjadi kekuatan Bali.
Semangat itulah yang ditunjukkan LPD Desa Adat Batur melalui kegiatan ngayah dalam rangkaian Upacara Madewasraya di Pura Tuluk Biyu, Batur, Kamis (24/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, LPD Desa Adat Batur turut ngaturang canang sari sekaligus menyerahkan punia sebesar Rp20 juta sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan upacara keagamaan tersebut.
Punia tersebut diserahkan sebagai wujud kepedulian dan rasa tanggung jawab LPD Desa Adat Batur dalam mendukung berbagai kegiatan adat dan keagamaan yang berlangsung di lingkungan desa adat.
Pemucuk LPD Desa Adat Batur, I Made Bilastra, mengatakan bahwa keberadaan LPD tidak dapat dipisahkan dari kehidupan krama dan desa adat. Karena itu, ketika ada kegiatan keagamaan maupun adat, LPD diharapkan dapat hadir mengambil bagian sesuai dengan kemampuan dan perannya.
Bagi LPD Desa Adat Batur, kontribusi tersebut bukan semata-mata mengenai besarnya nominal yang diberikan. Lebih dari itu, punia menjadi bagian dari semangat ngayah, gotong royong dan menjaga keharmonisan antara lembaga, desa adat, serta masyarakat.
Semangat tersebut sejalan dengan prinsip “Kayika Dharma, Carya Laba”, bahwa setiap aktivitas dan pengabdian hendaknya memberikan manfaat serta membawa kebaikan bagi lingkungan dan masyarakat.
Kehadiran LPD dalam kegiatan keagamaan juga menjadi pengingat bahwa pertumbuhan lembaga tidak hanya diukur dari sisi finansial. Ada tanggung jawab sosial dan budaya yang turut melekat, terutama bagi lembaga keuangan milik desa adat.
Melalui punia dan partisipasi dalam kegiatan keagamaan, LPD Desa Adat Batur berupaya menjaga keseimbangan antara kemajuan ekonomi dan kelestarian nilai-nilai adat serta spiritual.
Sebab, ketika lembaga tumbuh bersama masyarakat, maka keberhasilan bukan hanya tentang angka dan keuntungan. Keberhasilan juga tentang seberapa besar manfaat yang dapat dikembalikan kepada krama dan lingkungan tempat lembaga tersebut tumbuh.
Dari Batur, pesan sederhana itu kembali digaungkan: rezeki yang tumbuh bersama masyarakat, sudah semestinya kembali menjadi berkah bagi masyarakat.
Semangat ngayah dan berbagi pun menjadi bagian dari perjalanan LPD Desa Adat Batur untuk terus hadir, tumbuh, dan memberikan manfaat bagi krama serta desa adat.
LPD Desa Adat Batur — tumbuh bersama krama, kuat bersama adat, dan hadir dalam setiap langkah kebaikan. (Tim Newsyess)