Aset LPD Kabupaten Tabanan Kini Tembus Rp3,5 Triliun, Tumbuh Signifikan, Laba Berjalan Capai Rp 45 Miliar

 

TABANAN | Infolpdbali.com – Lembaga Perkreditan Desa (LPD) di Kabupaten Tabanan menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Hingga September 2026, total aset LPD di kabupaten yang dikenal dengan julukan Gumi Lumbung Padi ini menembus angka Rp3,5 triliun, dengan laba berjalan mencapai Rp45 miliar.

Capaian tersebut menjadi gambaran positif atas peran LPD sebagai lembaga keuangan milik desa adat yang tidak hanya menjalankan fungsi ekonomi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan adat, budaya, dan kesejahteraan masyarakat Bali.

Wakil Koordinator LPLPD Kabupaten Tabanan, I Dewa Gede Anom Putra, SE, didampingi Anak Agung Subawa Selaku Stap LPLPD Tabanan menyampaikan perkembangan tersebut ketika ditemui Newsyess.com di Kantor LPLPD Kabupaten Tabanan, Rabu (28/10/2026).

Jika dibandingkan dengan pencapaian sepanjang 2025, ketika total aset LPD Kabupaten Tabanan tercatat mencapai Rp2,5 triliun dengan laba sekitar Rp40 miliar, pertumbuhan pada 2026 menunjukkan tren yang positif.

Dari sisi aset, terdapat peningkatan sekitar Rp1 triliun atau 40 persen dibandingkan capaian 2025. Sementara itu, laba berjalan hingga September 2026 telah mencapai Rp45 miliar, atau meningkat Rp5 miliar dibandingkan laba tahun 2025.

Angka tersebut menjadi modal optimisme bagi perkembangan LPD ke depan. Namun, pertumbuhan aset dan laba juga perlu berjalan beriringan dengan penguatan tata kelola, kualitas pelayanan, pengelolaan risiko, serta kepercayaan masyarakat.

271 LPD Masih Beroperasi

Di balik pertumbuhan tersebut, Kabupaten Tabanan memiliki 311 LPD yang tersebar di berbagai desa adat. Dari jumlah itu, sebanyak 271 LPD masih beroperasi, sedangkan 40 LPD lainnya belum beroperasi.

Menurut data yang disampaikan, sebagian besar LPD yang belum beroperasi berada di desa adat dengan wilayah relatif kecil dan lokasi yang cukup terpencil. Kondisi geografis, keterbatasan potensi ekonomi, serta skala pelayanan menjadi hal yang perlu diperhatikan dalam melihat keberlangsungan lembaga keuangan berbasis desa adat.

READ  Kepercayaan Krama Jadi Energi Pertumbuhan, Aset LPD Perean tabanan Tembus Rp 22 Miliar

Situasi ini menunjukkan bahwa perkembangan LPD tidak selalu berlangsung dengan kecepatan yang sama. Ada LPD yang mampu tumbuh dengan aset besar dan pelayanan yang semakin luas, tetapi ada pula yang masih menghadapi tantangan untuk mempertahankan keberlangsungannya.

Karena itu, penguatan LPD perlu dilakukan dengan mempertimbangkan karakteristik masing-masing desa adat. Pendampingan, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, penerapan tata kelola yang baik, serta pemanfaatan teknologi sesuai kebutuhan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat daya tahan LPD.

Bukan Sekadar Besar Aset, tetapi Besarnya Manfaat bagi Desa Adat

LPD memiliki kedudukan yang istimewa dalam kehidupan masyarakat Bali. Kehadirannya bukan semata-mata untuk menghimpun dana dan menyalurkan kredit, melainkan juga untuk mendukung perekonomian krama desa adat.

Di sinilah keberhasilan LPD memiliki makna yang lebih luas. Aset yang terus bertumbuh diharapkan mampu membuka akses pembiayaan bagi masyarakat, membantu pelaku usaha kecil, menggerakkan ekonomi lokal, serta memberikan kontribusi bagi kegiatan sosial, adat, dan budaya sesuai ketentuan yang berlaku.

Dengan demikian, ukuran keberhasilan LPD tidak cukup dilihat dari besarnya angka pada laporan keuangan. Lebih dari itu, keberhasilan juga tercermin dari seberapa besar kehadirannya dirasakan oleh masyarakat, seberapa kuat kepercayaan krama terjaga, dan seberapa konsisten lembaga tersebut memberikan manfaat bagi desa adat.

Pertumbuhan aset hingga Rp3,5 triliun dan laba berjalan Rp45 miliar menjadi peluang bagi LPD Kabupaten Tabanan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan memperkuat fondasi kelembagaannya.

Menjaga Kepercayaan, Merawat Masa Depan LPD

Ke depan, tantangan LPD bukan hanya mempertahankan pertumbuhan, tetapi juga memastikan agar pertumbuhan tersebut sehat, berkelanjutan, dan mampu menjangkau kebutuhan masyarakat secara lebih luas.

LPD yang telah berkembang perlu terus menjaga profesionalisme, transparansi, kehati-hatian dalam penyaluran kredit, serta kualitas pelayanan. Sementara itu, LPD yang belum beroperasi membutuhkan perhatian dan kajian sesuai kondisi desa adat masing-masing agar setiap langkah yang diambil tetap mengedepankan kepentingan masyarakat.

READ  Redaksi Newsyess Luncurkan infolpdbali.com, Kanal Digital Baru yang Fokus Angkat Kiprah LPD dan Lembaga Keuangan Bali

Semangat membangun LPD pada hakikatnya adalah semangat membangun desa adat. Ketika pengelolaan keuangan dilakukan dengan baik, kepercayaan masyarakat terpelihara, dan manfaat ekonomi dirasakan bersama, LPD akan semakin kokoh sebagai salah satu pilar ekonomi lokal Bali.

Capaian LPD Kabupaten Tabanan pada 2026 pun menjadi pengingat bahwa pertumbuhan yang bermakna bukan sekadar tentang seberapa besar aset yang berhasil dihimpun, melainkan juga tentang seberapa besar harapan masyarakat yang dapat dijaga dan diwujudkan.

Dengan penguatan tata kelola, pendampingan yang berkelanjutan, dan komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan, LPD di Tabanan diharapkan terus bertumbuh menjadi lembaga keuangan desa adat yang sehat, tangguh, dan mampu mewariskan manfaat ekonomi bagi generasi mendatang. (Tim Newsyess)

Berita Terbaru

LPD Desa Adat Semarapura klungkung  selamat 8 Tahun hadir Mampu Salurkan Dana Pembangunan Rp180 Juta untuk Desa Adat dengan aset tembus Rp 16 Miliar

Serangkaian Hut 57 Tahun BPR Tri Dharma Putri, 11.100 Peserta Bergerak Bersama, Tebarkan Semangat Sehat dan Ekonomi Klungkung

PERMUDAH PELAYANAN  LPD DESA ADAT PELIATAN HADIRKAN MESIN ANTREAN ONLINE, LAYANAN KRAMA KIAN MODERN

Beri Dukungan pada TDP Festival 2026, BPR Sari Jaya Sedana Ajak Industri BPR di Bali Bersinergi dan Tumbuh Bersama

Pastikan Makanan Bergizi dan Aman bagi Anak, Satgas MBG Gianyar Sisir Kelayakan Seluruh SPPG