GIANYAR | Infolpdbali.com — Kepercayaan krama menjadi napas yang terus menghidupkan Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Desa Adat Peliatan, Ubud, Gianyar. Di tengah dinamika industri jasa keuangan yang semakin kompetitif, LPD Peliatan justru mampu menunjukkan pertumbuhan kinerja yang positif.
Hingga Juli 2026, aset LPD Desa Adat Peliatan telah mencapai Rp540 miliar, dengan laba sebesar Rp8,9 miliar. Sementara penyaluran kredit kepada masyarakat tercatat sekitar Rp335 miliar.
Angka tersebut menjadi gambaran aktivitas LPD Peliatan dalam menghimpun dan menyalurkan dana sekaligus mendukung kebutuhan pembiayaan masyarakat di lingkungan Desa Adat Peliatan.
Namun, bagi pengelola LPD Peliatan, capaian tersebut tidak semata-mata berbicara mengenai besarnya aset dan laba. Ada sesuatu yang jauh lebih fundamental di balik pertumbuhan tersebut, yakni kepercayaan masyarakat.
Pemucuk LPD Desa Adat Peliatan, I Wayan Yudatama, saat ditemui di Kantor LPD Peliatan, Ubud Gianyar, mengatakan pertumbuhan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran LPD, sekaligus buah dari dukungan dan kepercayaan krama.
“Capaian ini tentu tidak terlepas dari kerja sama seluruh tim yang terus bekerja dengan penuh tanggung jawab. Yang tidak kalah penting adalah dukungan masyarakat dan kepercayaan nasabah yang selama ini menjadi kekuatan LPD Peliatan,” ujar Yudatama.
Bukan Sekadar Angka, Ada Kepercayaan di Baliknya
Yudatama menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh nasabah serta krama Desa Adat Peliatan yang selama ini memberikan kepercayaan kepada LPD.
Menurutnya, kepercayaan masyarakat merupakan modal yang sangat berharga sekaligus amanah yang harus dijaga. Karena itu, LPD Peliatan terus berupaya memberikan pelayanan yang baik dengan pengelolaan yang profesional dan bertanggung jawab.
“Terima kasih kepada seluruh nasabah dan seluruh krama Desa Adat Peliatan yang sudah memberikan kepercayaan dan dukungan kepada LPD. Tanpa dukungan masyarakat, tentu capaian ini tidak mungkin bisa diraih,” katanya.
Kepercayaan tersebut, lanjutnya, tidak boleh dipandang sebagai sesuatu yang datang dengan sendirinya. Kepercayaan harus dirawat melalui pelayanan, tata kelola, komunikasi dan komitmen untuk menjaga LPD tetap menjadi lembaga yang memberikan manfaat bagi krama.
Dana Penguatan Desa Adat Rp1,3 Miliar
Pertumbuhan LPD Peliatan juga memberikan dampak langsung terhadap Desa Adat.
Selain menjalankan fungsi penghimpunan dana dan penyaluran kredit, LPD Peliatan secara rutin memberikan kontribusi untuk mendukung kebutuhan dan penguatan Desa Adat Peliatan.
Hingga Juli 2026, dana penguatan Desa Adat yang telah disalurkan mencapai sekitar Rp1,3 miliar.
Sementara itu, LPD Peliatan secara rutin mengalokasikan sekitar Rp150 juta setiap bulan untuk mendukung kebutuhan Desa Adat.
Kontribusi tersebut menjadi bagian dari peran LPD sebagai lembaga ekonomi milik Desa Adat yang keberadaannya tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan usaha, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk memberikan manfaat kembali kepada desa dan krama.
Bagi Yudatama, semakin sehat dan kuat LPD, semakin besar pula ruang bagi lembaga tersebut untuk memberikan kontribusi kepada Desa Adat.
“Harapan kami, ke depan LPD Peliatan bisa terus berkembang dan memberikan manfaat yang semakin besar kepada krama. Kami juga mengajak masyarakat untuk terus bersama-sama menjaga LPD karena LPD ini merupakan milik Desa Adat dan manfaatnya akan kembali kepada masyarakat,” ujarnya.
Kredit Rp335 Miliar Mengalir ke Krama
Dari sisi penyaluran kredit, hingga Juli 2026 LPD Desa Adat Peliatan telah menyalurkan sekitar Rp335 miliar kepada masyarakat.
Penyaluran kredit tersebut menjadi salah satu bagian penting dari peran LPD dalam menyediakan akses pembiayaan yang dekat dengan masyarakat.
Melalui pembiayaan tersebut, krama memiliki akses terhadap sumber dana untuk berbagai kebutuhan, termasuk kegiatan usaha dan kebutuhan produktif lainnya.
Perputaran pembiayaan di tingkat desa juga memiliki arti penting bagi aktivitas ekonomi lokal. Ketika pembiayaan berjalan dengan sehat, sektor usaha masyarakat dapat terus bergerak dan aktivitas ekonomi krama dapat tumbuh secara berkelanjutan.
Menjaga LPD, Menjaga Kepercayaan
Di balik capaian aset Rp540 miliar dan laba Rp8,9 miliar, terdapat kerja panjang yang melibatkan pengelola, pengawas, nasabah dan krama Desa Adat Peliatan.
Bagi LPD Peliatan, pertumbuhan bukan sekadar mengejar angka. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana pertumbuhan tersebut dapat dijaga agar tetap sehat, memberikan manfaat dan memperkuat kepercayaan masyarakat.
Karena LPD merupakan lembaga yang lahir dari Desa Adat, maka keberadaannya memiliki hubungan yang erat dengan kehidupan ekonomi dan sosial krama.
Karena itu, pengelolaan yang profesional, pelayanan yang baik, tata kelola yang sehat serta keterbukaan menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan tersebut.
Yudatama berharap dukungan masyarakat kepada LPD Peliatan dapat terus berjalan. Sebab, keberadaan LPD pada akhirnya bukan hanya untuk kepentingan lembaga, tetapi juga untuk memberikan manfaat bagi Desa Adat dan krama.
“Kami mohon dukungan dan kepercayaan masyarakat terus dijaga. LPD ini milik kita bersama, dan kemajuan LPD pada akhirnya juga untuk kesejahteraan krama Desa Adat Peliatan,” pungkasnya.
Dengan aset yang telah menembus Rp540 miliar, laba Rp8,9 miliar, penyaluran kredit sekitar Rp335 miliar, serta kontribusi penguatan Desa Adat yang mencapai Rp1,3 miliar hingga Juli 2026, LPD Desa Adat Peliatan terus menegaskan perannya sebagai salah satu penggerak ekonomi krama.
Pada akhirnya, angka-angka tersebut hanyalah bagian dari sebuah cerita yang lebih besar: ketika kepercayaan dijaga, kerja keras dirawat, dan manfaat dikembalikan kepada desa, LPD tidak hanya tumbuh sebagai lembaga keuangan, tetapi juga tumbuh bersama krama yang menjadi pemiliknya.
(Tim Infolpdbali)