GIANYAR |Infolpdbali.com – Kepercayaan krama kembali diberikan kepada Ngakan Putu Sudibya, ST, atau yang akrab disapa Ajik Sudibya, untuk memimpin Desa Adat Suwat, Kabupaten Gianyar.
Dalam Paruman Desa Adat Suwat yang berlangsung di Wantilan Desa Adat Suwat, Minggu malam (13/9/2026), Ajik Sudibya kembali ditetapkan secara aklamasi sebagai Bandesa Adat Suwat. Penetapan tersebut sekaligus menjadi periode kepemimpinan ketiganya dalam mengemban tugas ngayah sebagai Bandesa Adat Suwat untuk masa ayahan lima tahun ke depan.
Kepercayaan yang diberikan krama secara aklamasi tersebut menjadi amanah sekaligus tanggung jawab besar bagi Ajik Sudibya. Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh krama Desa Adat Suwat yang kembali memberikan kepercayaan kepadanya.
“Terima kasih kepada seluruh krama Desa Adat Suwat yang kembali memberikan kepercayaan yang begitu besar kepada saya untuk memimpin Desa Adat Suwat,” ujar Ajik Sudibya usai penetapan.
Menurutnya, kepercayaan untuk ketiga kalinya bukanlah sekadar sebuah penghargaan, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan melalui kerja nyata untuk kepentingan krama dan kemajuan desa adat.
Ajik Sudibya mengakui, tantangan kepemimpinan lima tahun ke depan tidak ringan. Desa Adat Suwat saat ini berada dalam sebuah fase penting, yakni transisi menuju desa adat yang mandiri.
Karena itu, salah satu fokus utama yang akan didorong dalam kepemimpinannya adalah memperkuat serta meningkatkan pendapatan usaha desa adat.
“Ini merupakan tugas yang berat karena Desa Adat Suwat saat ini sedang dalam transisi menuju desa adat mandiri. Agar bisa mandiri, kami harus meningkatkan pendapatan usaha desa,” tegasnya.
Bahkan, Ajik Sudibya memasang target yang cukup tinggi. Dalam lima tahun mendatang, pihaknya ingin membawa Desa Adat Suwat menjadi salah satu desa adat dengan pendapatan tertinggi.
“Target kami jelas, yakni menjadi desa adat dengan pendapatan tertinggi dalam lima tahun ke depan,” ungkapnya optimistis.
Andalkan Potensi dan Sumber Daya Desa
Untuk mewujudkan target tersebut, Ajik Sudibya menyadari tidak cukup hanya mengandalkan program dan gagasan. Dibutuhkan kerja keras, kekompakan serta tim yang kuat untuk mengelola seluruh potensi yang dimiliki Desa Adat Suwat.
Ia mengatakan berbagai sumber daya yang ada di Desa Adat Suwat akan dioptimalkan sebagai kekuatan ekonomi desa adat.
“Kami menyadari mewujudkan hal itu tidaklah mudah. Diperlukan kerja keras, tim yang kuat dan semangat pantang menyerah. Kami akan memanfaatkan segala sumber daya yang ada di Desa Adat Suwat untuk mewujudkan hal itu,” jelasnya.
Menurutnya, kemandirian desa adat harus dibangun secara bertahap dengan perencanaan yang matang dan melibatkan seluruh komponen desa adat. Dengan demikian, peningkatan pendapatan tidak hanya menjadi target angka, tetapi benar-benar mampu memperkuat kemampuan desa adat dalam menjalankan berbagai kewajiban serta memberikan manfaat bagi krama.
Perkuat Sinergi dengan Pemerintah
Selain mengoptimalkan potensi internal, Desa Adat Suwat juga akan terus membangun komunikasi dan memperkuat kerja sama dengan pemerintah, baik Pemerintah Kabupaten Gianyar maupun Pemerintah Provinsi Bali.
Ajik Sudibya mengapresiasi perhatian dan dukungan yang selama ini telah diberikan pemerintah kepada Desa Adat Suwat.
“Selama ini Pemerintah Kabupaten Gianyar dan Pemerintah Provinsi Bali sudah memberikan perhatian yang cukup besar kepada Desa Adat Suwat. Ke depan, harapannya kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Gianyar dan Pemerintah Provinsi Bali akan semakin meningkat,” ungkapnya.
Sinergi tersebut dinilai penting untuk membuka lebih banyak peluang pengembangan desa adat, baik dalam bidang ekonomi, sosial, budaya maupun penguatan kelembagaan adat.
Kembali dipercayanya Ajik Sudibya untuk ketiga kalinya menjadi Bandesa Adat Suwat sekaligus menjadi momentum untuk melanjutkan program-program yang telah berjalan dan menyusun langkah baru menuju cita-cita kemandirian desa adat.
Bagi Ajik Sudibya, kepemimpinan lima tahun ke depan bukan sekadar melanjutkan jabatan, tetapi merupakan kesempatan untuk membuktikan bahwa kepercayaan krama dapat dijawab dengan kerja nyata.
Dengan dukungan krama, prajuru, tim yang solid, optimalisasi potensi desa serta sinergi dengan pemerintah, Desa Adat Suwat kini menatap lima tahun ke depan dengan sebuah target besar: membangun desa adat yang semakin mandiri, kuat secara ekonomi, dan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi seluruh krama. (Tim Newsyess)